Halaman Depan » Unik & Kuliner

Oleh-oleh Khas dari Kaliori

1 June 2009 594 views 5 Komentar

Sudah banyak makanan dan oleh-oleh khas Rembang yang dikenal orang. Namun ada yang beda dengan oleh-oleh dari kecamatan di ujung barat wilayah Rembang ini. Namanya Trasi Kaliori. Trasi asal wilayah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pati ini berbeda dengan trasi Bonang, ataupun trasi Juwana, yang lebih dulu terkenal. Trasi Bonang dan trasi Juwana sudah diproduksi secara massal. Banyak usaha kecil yang memproduksi trasi dengan aneka merk. Karena sudah diproduksi secara massal, setiap waktu trasi ini dapat dengan mudah ditemukan.

Trasi Kaliori hanya diproduksi oleh masyarakat di pesisir Kaliori. Itupun hanya pada saat-saat tertentu saja. Yakni saat musim rebon tiba. Selama kurang lebih dua bulan, di desa-desa yang terletak di pesisir pantai akan banyak dijumpai orang yang menjemur rebon dan menumbuk trasi. Karena dibuat oleh orang-orang yang berbeda, menjadikan trasi Kaliori tidak memiliki standar kwalitas yang sama. Hal yang sama pada trasi Kaliori adalah sama-sama dibuat dari rebon laut segar, dan tanpa pewarna. Jadi sangat wajar kalau rasanya lebih enak. Aromanya juga khas terasi. Trasi Kaliori memiliki warna hitam agak merah. Biasa dijual dengan bungkus daun pisang ukuran satu kati (6 ons). Trasi Kaliori bisa didapatkan di desa-desa di pesisir seperti Purworejo, Tasikharjo dan Pantiharjo.

Kalau butuh trasi Kaliori, tanyalah pada warga, siapa tahu mereka sengaja menimbun terasi buatannya. Atau juga pada bakul trasi yang mungkin masih punya timbunan trasi. Saat musim rebon, trasi Kaliori biasa dijual Rp. 6000-7000. Namun kalau tidak musim, harga trasi Kaliori bisa mencapai dua kali lipatnya. Kini sudah ada trasi Kaliori yang diolah matang. Trasi bermerk Jangkar Dampoawang dan Dua Ikan ini bisa diperoleh di Dukuh Dresen, Desa Purworejo, Kaliori. “Produknya masih terbatas Pak, tahun ini tidak banyak rebon. Biasanya para pembuat trasi menjualnya enam ribu, tapi kemarin dijual sepuluh ribu. Sekarang para bakul yang menimbun trasi yang malah sudah menjual tiga belas ribu rupiah.” Terang Endang sofiyah.(Sanyoto)


iklan t-shirt

Berita lainnya pada kategori ini :

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Telah ada 5 Komentar pada tulisan ini »

  • Dhalang Sulang said:

    Trasi khas Kaliori, keluarga saya sudah sangat sering mencobanya. Nggak sekedar promo, tapi trasi ini betul-betul menyimpan potensi cita rasa yang rrrrruaaar biasa. Gak ngandel? cobain sendiri deh! Kalo nggak salah di pasar kota Rembang sudah banyak yang menjajakan*halah…melu promo ngono kok*

  • masjoe said:

    Wah jadi ingat ketika makan pakai sambal dirumah, jadi kangen Rembang dan keluargaku…

  • zahro said:

    Trasi kaliori memang lebih mahal, tapi terjamin keasliannya. Tanpa pewarna, tanpa campuran ikan, murni rebon laut. Bulan juli kayak gini tidak ada lagi orang yang buat trasi, tapi pedagang trasi punya setok kok. Untuk dapat trasi kaliori silahkan nyari di Dresen, Wates, Paloh, Ngelak, Karangpandan. Slamat berburu trasi kaliori yang betul-betul asliiiiiiiiiiiiii

  • ray said:

    hem.. makan sambal trasi truz penyet ikan panggang. i love rembang.

  • tri said:

    trasi rembang! hem aku lamgsung twerbayang kelezatannya jika dijadikan bahan buat sambel…hemmm pokoke trasi rembang mang pling lezt dan g pake bahan pengawt!!

Anda ingin memberikan komentar pada tulisan ini?silahkan... :)

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Anda ingin menampilkan gravatar/avatar atau foto anda dalam komentar anda di website ini? anda bisa daftar dulu di Gravatar. Setelah Anda daftar, setiap anda mengkomentari tulisan di web ini masukkan alamat email yang telah anda daftarkan.