Artikel pada kategori Unik & Kuliner
BILA orang menyebut batik Jawa Tengah, orang segera menyebut Solo dan Pekalongan. Padahal, selain kedua daerah tersebut masih ada daerah lain yang juga menghasilkan batik tulis yang tidak kalah indahnya, yaitu Lasem. Kota kecamatan di Kabupaten Rembang sekitar 12 kilometer arah timur kota Rembang ini luasnya 45,04 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 44.879 orang (Litbang Kompas, 2003).
Minuman Legen pada bulan puasa ini banyak di cari oleh orang-orang. Legen merupakan minuman khas yang terbuat dari air dahan pohon Siwalan dengan tanpa dilakukan fermentasi, rasanya manis khas, segar dan enak, sekali mencicipi pasti dijamin ingin mencicipinya kembali.
Sudah banyak makanan dan oleh-oleh khas Rembang yang dikenal orang. Namun ada yang beda dengan oleh-oleh dari kecamatan di ujung barat wilayah Rembang ini. Namanya Trasi Kaliori. Trasi asal wilayah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pati ini berbeda dengan trasi Bonang, ataupun trasi Juwana, yang lebih dulu terkenal. Trasi Bonang dan trasi Juwana sudah diproduksi secara massal. Banyak usaha kecil yang memproduksi trasi dengan aneka merk. Karena sudah diproduksi secara massal, setiap waktu trasi ini dapat dengan mudah ditemukan.
Nama sirup buah Kawista Dewa Burung Rembang telah terkenal hingga kota-kota besar di Indonesia. Namun hingga kini sirup yang asli hanya bisa didapatkan di Jalan Diponegoro Rembang. Hingga untuk mendapatkannya, orang harus memesan terlebih dahulu atau datang langsung ke rumah Ny M E Heriyati (Nyoo Thiam Kiem). Berikut petikan wawancara dengan Tsuan Hwa, kemenakan sekaligus salah satu pengelola perusahaan sirup Kawista Dewa Burung Rembang tersebut.
Roemah Rembang adalah restoran pertama yang menyajikan hidangan khas dari daerah Lasem, Rembang. Bila kita berkunjung ke Monumen Nasional (Monas), Jakarta, di sekitar areal parkirnya terdapat sebuah restoran yang bernama Roemah Rembang. Ukurannya tidak terlalu besar dan arsitekturnya pun cukup sederhana.
Mungkin orang yang mendengar kue ini terasa asing dengan namanya yang rada aneh. Ya, itulah dumbeg. Dumbeg, dibuat dari tepung beras, gula pasir/gula aren dan ditambahkan garam, air pohon nira (legen), dan kalau suka ditaburi buah nangka/kelapa muda yang dipotong sebesar dadu. Kemudian tempatnya dari daun lontar (pohon nira) berbentuk kerucut dengan bau yang khas.
Sebagai daerah pesisir dengan cuaca yang lumayan panas, tentunya dengan adanya kuliner yang mampu melegakan dahaga akan memberikan kepuasan tersendiri. Salah satunya minuman Es campur. Minuman yang biasanya terdiri dari campuran kelapa muda, cao (cincau hitam), tape, blewah, sirup serta es pasrah ini akan membuat kesegaran orang yang meminumnya.
Masing-masing daerah tentu punya ciri khas masing-masing. Rembang juga tidak kalah, punya sesuatu yang khas dan unik untuk bisa di nikmati dari kulinernya. Yang bisa dibawa sebagai buah tangan untuk orang-orang yang pengin lebih tau lebih jauh tentang Rembang. Ingin tau lebih detailnya ?
Sate Serepeh
Sate Sarepeh Berupa sate ayam kampung yang bumbunya terdiri dari cabe merah, gula merah, santan dan garam. Adalah sebagai lauk pauk dan biasanya dirangkai dengan lontong.
Mangut
Ikan laut segar yang dipanggang dengan bumbu-bumbu cabe hijau, bawang merah, bawang putih, garam dan santan kental. Sebagai sayur untuk …
Potensi wisata kuliner akhir2 ini sedang digalakkan oleh pemda Rembang. Selain tempat-tempat wisata, pemda berusaha untuk memperkenalkan wisata kuliner yang dimiliki daerah Rembang.
Beberapa masakan khas Rembang yang bisa diandalkan sebagai ciri khas kota garam ini adalah sate serepeh, mangut, pindang tempe, petis bumbon, lontong Tuyuhan, jenang waluh, sayur merica, dumbeg, gula semut, dan lainilain.
Dari beberapa makanan tradisional tersebut, sayur merica yang kini sedang tren, sehingga diburu banyak orang. Karena itulah sekarang bermunculan warung makan yang khusus menyediakan sayur merica.
Sayur merica atau oleh masyarakat Rembang disebut kelo merica, berbumbu sangat sederhana. …
Lontong tuyuhan, salah satu makanan khas daerah Rembang yang sudah dikenal banyak orang. Disebut lontong tuyuhan karena pembuat dan penjual makanan ini dari Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur.
Ingin tahu rasanya, datang sendiri di pusatnya di tepi jalan desa beraspal jurusan Lasem-Pandan, tepatnya yang melintas di Desa Tuyuhan. Di situ banyak berjajar penjual makanan tersebut.
Nikmat. Itulah komentar yang sering diucapkan banyak orang usai jajan. Betapa tidak, pengunjung yang datang bisa makan sambil berekreasi. Sebab, para penjual sengaja membuka usahanya di tepi jalan yang jauh dari perkampungan penduduk dengan latar belakang pegunungan dan …

Judul sebuah tulisan di sebuah majalah WARTA EGOV terbitan bulan Desember 2007, sebuah majalah yang yang isinya tentang berita e-government pemeritah.
Silahkan keluarkan opini anda untuk kabupaten Rembang, baik berupa saran dan pendapat, kebijakan pemerintah daerah dan lain-lain....
Kami menawarkan kembali pemesanan kaos REMBANG. Dengan bahan yang menarik. Kaos ini pre order, pesen dulu, bayar,baru produksi. Harga cuma Rp 65.000,-