Warga Blokade Jalan Pantura
REMBANG - Perbaikan darurat pada lubang jalan di sepanjang jalur pantura Kabupaten Rembang di Kecamatan Sluke menimbulkan masalah baru.Lubang-lubang jalan yang hanya ditutup dengan pasir berbatu (sirtu) itu membuat jalur pantura dari Desa Sendangmulyo hingga Desa Manggar berdebu.
Tak urung, rumah-rumah warga yang berada di kanan-kiri jalur pantura sepanjang 100-an meter itu kotor karena terkena debu yang diterbangkan oleh kendaraan yang lewat.
Kesal karena tidak ada tindakan penyemprotan, pada Minggu malam kemarin puluhan warga Desa Manggar memasangi blokade berupa batu di sepanjang jalur pantura untuk menghambat laju kendaraan yang lewat.
Tak urung, aksi yang dilakukan warga itu mengakibatkan kendaraan hingga Senin pagi kemarin harus antre saat lewat jalur itu.
Sarni (52), warga Dukuh Pendok mengatakan, warga sudah berkali-kali menyampaikan protes ke instansi, terkait dengan kerusakan jalan itu. Hanya saja, perbaikan baru dilakukan sebatas menguruk lubang dengan tanah berbatu.
“Karena sudah seminggu ini tak turun hujan, jalan pun jadi berdebu. Debu yang beterbangan saat kendaraan besar lewat itu bahkan masuk ke rumah warga,” katanya.
Penyiraman Padi (43), warga lainnya, meminta supaya ada penyiraman air secara rutin di jalur pantura itu untuk mengurangi debu.
”Namun warga kesal karena penyiraman tidak juga dilakukan sehingga spontan jalur itu dipasangi batu,” jelas dia.
Setelah warga beraksi dengan memasangi batu di jalur tersebut, aparat Satlantas Polres Rembang dibantu Polsek Sluke sejak Minggu malam hingga Senin pagi kemarin terlihat mengangkuti batu yang dipasang warga.
Selain itu, aparat dibantu pelaksana perbaikan jalan juga menyemprotkan air di sepanjang jalur pantura dari Desa Sendangmulyo hingga Desa Manggar dengan mobil tangki air milik Pemkab. Jalur di sepanjang Dukuh Pendok sepanjang 100 meter itu kemudian ditutup dengan aspal.
Eko (30), pengawas perbaikan jalan menuturkan, perbaikan dengan aspal itu sifatnya juga hanya darurat. “Kami tutup dengan aspal untuk mengurangi debu yang masuk ke rumah warga,” ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Rembang Djamin SE saat dihubungi mengatakan, perbaikan jalur pantura itu sepenuhnya tanggung jawab pihak provinsi.
“Pemkab Rembang telah melaporkan kerusakan di jalur pantura, namun perbaikannya menunggu dari provinsi,” katanya. (ful,H19-71)
Sumber: Suara Merdeka/Lintas Muria

Judul sebuah tulisan di sebuah majalah WARTA EGOV terbitan bulan Desember 2007, sebuah majalah yang yang isinya tentang berita e-government pemeritah.
Silahkan keluarkan opini anda untuk kabupaten Rembang, baik berupa saran dan pendapat, kebijakan pemerintah daerah dan lain-lain....
Kami menawarkan kembali pemesanan kaos REMBANG. Dengan bahan yang menarik. Kaos ini pre order, pesen dulu, bayar,baru produksi. Harga cuma Rp 65.000,-
Anda ingin memberikan komentar pada tulisan ini?silahkan... :)