Halaman Depan » Berita Koran, Berita Rembangan

Tiga Nama CPNS Rembang Dilaporkan ke DPRD

31 January 2010 180 views 3 Komentar

Rembang - Forum Partisipasi Publik Rembang (FPPR) menggelar hearing dengan pimpinan DPRD, Jumat (29/1). Dalam hearing itu, FPPR menyerahkan tiga nama berinisial CK, DR dan NW yang tidak lolos seleksi administrasi, namun dinyatakan lolos seleksi CPNS.

Arief Agung Cholili salah satu koordinator FPPR mengatakan tidak nama yang diserahkan FPPR itu tidak masuk dalam surat keputusan Ketua Panitia Seleksi CPNS yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang Hamzah Fathoni SH MKn tanggal 17 November 2009.

Namun, tiga nama itu justru muncul di Pengumuman Penetapan Kelulusan Hasil Seleksi Pengadaan CPNS Daerah dari Pelamar Umum yang ditandatangani Bupati Rembang H. Moch Salim tanggal 23 Desember 2009.

“Kami ingin agar DPRD menindaklanjuti temuan ini,” kata dia.

Dia juga mengatakan ada beberapa nama lagi yang memiliki umur diatas 40 tahun dan terbukti di lapangan tidak pernah mengabdi di jajaran Pemkab Rembang, tetapi diterima sebagai CPNS.

“Belum lagi banyaknya anak pejabat beserta mantunya yang diterima sebagai CPNS. Kami datang kesini karena risih di masyarakat berkembang isu komersialisasi CPNS,” terang Cholili.

Ketua DPRD H. Sunarto menerangkan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi ke Panitia Seleksi CPNS 2009. Dia mengatakan ada jeda waktu tiga hari setelah tanggal 17 November untuk mengkritisi nama yang lolos seleksi administrasi.

Ketua Komisi A Gatot Paeran SH menerangkan atas temuan dari FPPR itu, pihaknya akan kembali melakukan klarifikasi kepada Panitia Seleksi CPNS 2009. Dia mengatakan sebelumnya telah memanggil Panitia Seleksi CPNS 2009. ( Mulyanto Ari Wibowo / CN16 )

Sumber: Cybernews


iklan t-shirt

Berita lainnya pada kategori ini :

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Telah ada 3 Komentar pada tulisan ini »

  • sunarto wage said:

    hanya ramai-ramai di awal saja lama kelamaan juga hilang sendiri, ini lah potret ke hidupan di kabupaten rembang, anggota DPRD paling-paling hanya menerima aspirasi dan kemudian dimasukkan dalam laci dan dikunci rapat-rapat. hore-hore -hore

  • parjo said:

    betul itu mas narto,wakil rakyatnya aja mlempem,org kecil teriak2 mereka paling2 tutup telinga,mata n hati,yang pasti klo diterus2kan ada org yg tuli,picak matanya n hatinya.

  • aan said:

    terlalu bodoh untuk diakui ketika terjadi pergolakan untuk menyengsarakan rakyat di perebutkan,hal ini jelas sangat tidak relevan apabila rakyat selalu dibutakan oleh pegawai negeri yang menjadikan yang sebnarnya merupakan penindasan terhadap dirinya sendiri.karena PNS salah satu sebuah bentuk kineja yang sama sekali tidak dapt dipungkiri adalah penyesangsraan buat rakyat.bagiamana tidak,tidak sedikit para pegawai kita yang datang keknator hanya kongko kongko aja,yang lebih snagta mengenaskan hal ini dijadikan oleh para pejabat kita untuk membodohi rakyat kita yang sama sekali tidak berfikir secara logis.justru dokrin ini muncul dari para antek antek pemegang kekuasaan daro aparat terkait.tolong jangan meninggalkan faham feodal kepada rakyat wahai aparat-aparat pejabat yang tidak berttanggung jawab…..buang jauh jauh fahan tersebut dan tolong ciptkan kemajuan untuk rakyar rembang.

Anda ingin memberikan komentar pada tulisan ini?silahkan... :)

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Anda ingin menampilkan gravatar/avatar atau foto anda dalam komentar anda di website ini? anda bisa daftar dulu di Gravatar. Setelah Anda daftar, setiap anda mengkomentari tulisan di web ini masukkan alamat email yang telah anda daftarkan.