Halaman Depan » Berita Koran, Berita Rembangan

Rembang Segera Bangun Mal Pertama

1 February 2010 300 views 8 Komentar

Rembang - Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa tengah, berencana segera membangun mal empat lantai di areal parkir Taman Rekreasi Panti Kartini. “Sekarang sudah tahap perencanaan desain,” ucap Hari Susanto, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Rembang, Senin (1/2).

Selama ini Rembang belum memiliki mal. Untuk kepentingan itu, membutuhkan lahan sekitar 3.000 meter persegi. Bangunan utama di sisi timur halaman parkir dan sebagian lokasi wisata. “Tujuannya untuk meningkatkan jumlah wisatawan. Mal bisa menjadi daya tarik wisatawan dari dalam maupun luar kota,” ujarnya.

Awalnya rencana bangunan mal itu berada di tempat terminal sekarang. Tapi setelah dikaji mendalam, pilihannya jatuh ke Taman Rekreasi Pantai Kartini. Sebab, letaknya sangat strategis di tepi pantai dan dekat Jalan Raya Pantura, serta sangat menunjang bagi perkembangan Kota Rembang. “Calon investornya sudah ada,” ucap Hari.

Tapi, para pedagang Pasar Kota Rembang menolak adanya rencana pembangunan mal itu. “Kami berharap pemkab membatalkan rencana itu,” ucap Edi Purwanto, salah satu pedagang di pasar itu.

Dia menegaskan, kehadiran mal akan mengakibatkan pasar tradisional semakin sepi. Sudah dua tahun, kata Edi, omzet penjualannya terus merosot. “Sekarang paling banter hanya dapat Rp 400 ribu selama sepekan,” ujar Edi.

“Pedagang pasar akan sangat sulit bersaing dengan mal,” tambah Karli, pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Rembang. Persoalannya, rencana mal itu akan dibangun di tengah kota, tidak jauh dari pasar tradisional.(Bandelan Amaruddin)

Sumber: Tempo Interaktif


iklan t-shirt

Berita lainnya pada kategori ini :

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Telah ada 8 Komentar pada tulisan ini »

  • sunarto wage said:

    pemerintah dan DPRD rembang memang ndablek, tidak mau mendengar suara hati masyarakat rembang, berkaitan dengan rencana pendirian mal diarea TRPK.

  • Sri Juwariyati said:

    Saya sebagai orang Rembang sangat setuju dgn pembangunan Mal di kota Rembang, tetapi Pemerintah juga harus mencarikan solusi kepada pedagang2 tradisional supaya mereka tetap eksis, tidak terpinggirkan dan tidak menimbulkan permasalahan baru bagi pemerintah kota Rembang

  • rakyat said:

    dukung full !!!
    semoga segera terealisasikan.

    kalau ada yang tidak setuju dan mengatasnamakan MASYARAKAT
    yang anda maksut MASYARAKAT,masyarakat yang mana nyet???

  • parjo said:

    lha mas sunarto kpye to?memang pejabat2 rembang itu orgnya ndablek2,sdh diatas angin g’mau to ngurus2 yg kecil2,asal jadi uang main hajar aja pokoke,drpd sampean pusing mikir itu,klo ada yg enak hajar aja skalian mas biar rusak semua tatanan pemerintahannya,gitu aja kok repot ( Gus Dur )

  • achmad said:

    seharusnya juga dipikirkan juga nasib para pedagang kecil, ciptakan peluang juga untuk para pedagang kecil untuk berperan serta secara aktif, sehingga pendapatan meningkat.
    Memang, konsekwensi pembangunan, akan ada yg diuntungkan, dan banyak pula yg dirugikan. So, harus ada suatu perencanaan yg matang, sehingga rugi-rugi yg timbul, dapat diminimalkan, bahkan harus dihilangkan.
    Pembangunan, sebaiknya dapat menciptakan manfaat positif bagi seluruh masyarakat rembang, secara langsung dan tak langsung.

  • aan said:

    komentarnya cuukup mantap,pendirian mal bukan lah parameter penarik daya serap wisatawan justru itu akan menghilangkan cultur kota rembang sendiri.kita ketahui bahwa pantura akses laut kuat seharusnya wahana kelautan yang nampak bukan gedung bertingkat yang menjulang menginjak kaum miskin kota yang semakin tertindas,jadi difikirkan kembali kalo kita tidak mau menjadi buruh di rumah sendiri.semakin banyak mall dirembang semakin membengkaknya anggaran pembelanjaan daerarah kota rembang karena nanti akan ada anggaran untuk dewan survai kondisi dan kenyaman mall….artinya mall bukan untuk orang rembang tapi pejabat serta aparat rembang.nah……sangat tidak dipungkiri sistem kapitalis akan lebih familiar di kota remabng…yang nantinya remabng akan jadi kota anetk kapitalis yang belum sinnkrong dengan perkembangan kota rembang.ini hanya sebagai wahana wacana bagi para aprat pejabat”apa guna punya ilmu tinggi kalo hanya untuk mengibuli……….,apa guna banyak baca buku kalo mulut dibungkam melulu…………apa guna punya pangkat tinggi kalo rakyat tidak menghargai…….

  • Pakdhe Wieto said:

    Boleh jg tuh kalo ada mall, tp kalo bisa lokasinya bisa diantara kota Lasem dan Rembang, sehingga bisa memperluas kota rembang menjadi besar.
    Jangan terlalu “umpel-umpelan” seakan rembang ngak ada lokasi lain.

  • cah rembang said:

    mengapa sih harus ditentang?? kalo untuk kebaikan.. biarkan sajalah, semua itu dah hukum alam kok… ada yg miskin pasti ada yg kaya… lumrah, mari kita majukan rembang kita…. jangan hanya setiap ada keputusan terus ditentang…. dan jangan lupa kita kawal terus kebijakan2 itu biar segala kesalahan bisa kita ketahui sejak dini…

Anda ingin memberikan komentar pada tulisan ini?silahkan... :)

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Anda ingin menampilkan gravatar/avatar atau foto anda dalam komentar anda di website ini? anda bisa daftar dulu di Gravatar. Setelah Anda daftar, setiap anda mengkomentari tulisan di web ini masukkan alamat email yang telah anda daftarkan.