Halaman Depan » Berita Koran, Berita Rembangan

Korrem Tuntut Hasil Tes Dibatalkan

25 January 2010 134 views 2 Komentar

REMBANG - Tiga ratusan orang yang tergabung dalam Komunitas Rakyat Rembang (Korrem), Rabu (20/1), menggelar aksi unjuk rasa menuntut pembatalan hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2009 Kabupaten Rembang dibatalkan.

Tuntutan itu seiring dengan ditemukan banyak indikasi kecurangan dan isu suap yang santer beredar di lapangan.

Massa gabungan ang terdiri atas mahasiswa, LSM, warga, dan peserta CPNS yang tak lulus, kemarin datang menumpang empat truk serta ratusan motor.

Mereka berkumpul di seputar Alun-alun Rembang dan menggelar orasi singkat di pusat kota itu. Sekitar pukul 10.00, mereka bergerak ke gedung DPRD melalui Bundaran Tugu Adipura Rembang.

Di sepanjang jalan, mereka meneriakan seruan menolak hasil tes CPNS karena kuatnya dugaan suap dan praktik kecurangan.

Bahkan, mereka terang-terangan menuding dua nama pejabat tinggi di Rembang berada di balik ”komersialisasi” CPNS.
”Kalau CPNS dikomersialisasi, mending dilelangkan saja sekalian,” teriak seseorang dari balik kerumunan massa.
Temukan Kejanggalan Tudingan adanya komersialisasi ini menguat setelah Korrem menemukan kejanggalan pada peserta tes CPNS yang diterima. Budi Lestariono, koordinator lapangan aksi tersebut mengungkapkan, pihaknya menemukan sembilan nama peserta yang lulus tes CPNS merupakan kerabat dekat pejabat tinggi Rembang.

Budi menyebutkan, pihaknya juga menemukan tujuh pasangan suami istri yang diterima sebagai CPNS tahun ini. Ironisnya, mereka tak lain adalah kerabat dekat petinggi di kabupaten penghasil garam tersebut.

”Jika BKD mau kooperatif, tentu masih banyak lagi nama pasangan suami istri kerabat pejabat yang diterima sebagai CPNS,” tandasnya.

Atas temuan itu, pihaknya bersikeras meminta hasil tes CPNS 2009 ini dibatalkan. Pihaknya juga meminta DPRD memanggil panitia tes CPNS serta Lembaga Managemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sebagai penanggung jawab koreksi lembar jawab tes.

”Jika tuntutan kami tak ditindaklanjuti, kami siap menggelar aksi lebih besar lagi,” tegasnya.

Menanggapi permintaan para demonstran ini, Wakil Ketua DPRD Catur Winanto mengemukakan, pihaknya telah memanggil Sekda Rembang Hamzah Fathoni SH, MKn dan Plt Kepala BKD Subagyo.

”Hanya, setelah 12 hari pemanggilan itu belum ditemukan titik terang atau hasilnya. Untuk itu, jika Saudara-saudara punya bukti-bukti kuat adanya praktik suap, kami siap menindaklanjutinya,” tandasnya.

Sebelum membubarkan diri, Korrem meminta semua anggota DPRD Rembang menandatangani persetujuan yang berisikan keseriusan mengungkap dugaan kecurangan pada pengadaan CPNS 2009 ini.

Namun hingga aksi berakhir, hanya ada sepuluh dari 44 anggota DPRD yang mau menandatangani tuntutan para demonstran itu. (ful, H19-69)

Sumber: Suara Merdeka


iklan t-shirt

Berita lainnya pada kategori ini :

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Telah ada 2 Komentar pada tulisan ini »

  • sunartowage said:

    budaya korupsi dan suap menyuap bukan hal yang baru di kabupaten rembang, padahal rembang juga dikenal kota religius.

  • sunarto wage said:

    Hebat juga anggota DPRD Rembang, 10 orang mau memenuhi tuntutan pendemo untuk menangani suap dalam penerimaan CPNS di kabupaten Rembang. Hai, para anggota DPRD rembang, anda jadi anggota DPRD Rembang juga menyuap rakyat untuk memilih dirimu. kalau anda tidak menyuap pasti tidak jadi anggota DPRD.

Anda ingin memberikan komentar pada tulisan ini?silahkan... :)

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Anda ingin menampilkan gravatar/avatar atau foto anda dalam komentar anda di website ini? anda bisa daftar dulu di Gravatar. Setelah Anda daftar, setiap anda mengkomentari tulisan di web ini masukkan alamat email yang telah anda daftarkan.