Halaman Depan » Berita Koran, Berita Rembangan

Dua Nelayan Thailand Terdampar di Pulau Bawean

19 February 2010 137 views Tidak Ada Komentar

REMBANG - Dua nelayan asal negara Thailand dengan salah satunya diketahui bernama Phayu Tumtanghoo,25, diduga terjatuh dari kapal pengakap ikan dan terapung selama tiga hari, ditemukan nelayan Rembang, Jawa Tengah terdampar di pulau Bawean.

Keterangan dihimpun Media Indonesia di Rembang, Jumat (19/2), menyebutkan seorang nelayan asal negara Thailand yang diduga terjatuh dari kapal penangkap ikan yang mereka bawa, ditemukan kapal ikan asal Desa Sarangmeduro, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang ‘Restu’ terdampar di pulau Bawean, kemudian oleh nelayan Indonesia tersebut korban dibawa ke Rembang dan diserahkan ke Polsek setempat.

Salah seorang nelayan asal Thailand yang diketahui membawa identitas bernama Phayu Tumtanghoo,25, dengan menggunakan jaket pelapung bertuliskan Silversea Line2 tersebut ditemukan kapal ikan asal Rembang ‘Restu’ yang dinahkodai oleh Muslimin telah terdampar di pulau Bawean sekitar pukul 05.00 WIB Kamis (18/2) dan baru pada malam harinya sampai di pantai Sarang, Rembang dan langsung diserahkan ke Polsek Sarang untuk proses lebih lanjut.

“Ketika kami sedang berlayar mencari ikan di sekitar pulau Bawean, kita melihat dua warga Thailand tersebut melambaikan tangan dan kemudian kita jemput dan langsung bawa ke Rembang, karena kita memnag hendak pulang,” kata Muslimin.

Kepala Satuan Intelkam Polres Rembang Ajun Komisaris (AK) Antonius Wiyono setelah mendengar ada orang asing yang terdampar dan dibawa nelayan asal Rembang, petugas dari Polres langsung menjemput ke Polsek Sarang, kemudian untuk sementara diinapkan di kantor Polres dan dilakukan pemeriksaan menyangkut hal itu.

Berdasarkan pengakuan kedua warga Thailand, kata Antonius, menyebutkan mereka telah selama tiga hari dua malam terapung di lautan, yaitu setelah bertolak dari Bangkok menuju ke perairan malaysia dan ketika sampai di perairan Indonesia terjatuh. “Kita masih melakukan penyelideikan terhadap jatuhnya dua nelayan tersebut atau sebab lain yaitu kapaol mereka karam,” katanya.

Sedangkan setelah dilakukan penyelidikan, menurut Antonius, keduanya segera dikirim ke Imigrasi di Semarang untuk dipulangkan ke negaranya, karena selain hanya satu jatidiri, keduanya juga tak mengantongi paspor atau surat izin keimigrasian. (AS/OL-02)

Sumber : Media Indonesia


iklan t-shirt

Berita lainnya pada kategori ini :

Anda ingin memberikan komentar pada tulisan ini?silahkan... :)

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Anda ingin menampilkan gravatar/avatar atau foto anda dalam komentar anda di website ini? anda bisa daftar dulu di Gravatar. Setelah Anda daftar, setiap anda mengkomentari tulisan di web ini masukkan alamat email yang telah anda daftarkan.