Sedikit Buat Rembang
Rembang sudah sejak dulu terkenal, dalam cerita-cerita kuno, dari Dampo Awang, R A Kartini, bahkan dalam cerita Pramoedya Anata Toer. Rembang terekam di dalamnya. Begitu hebatnya kota ini hadir. Kelahirannya mungkin juga sudah setua cerita tersebut.
Kenapa perkembangannya sepertinya hanya itu itu saja. Banyak tokoh-tokoh nasional dan ilmuwan-ilmuwan hebat datang dari rembang. tapi rembang tetap ditingalkan dan hidup biasa-biasa saja. Hanya berjalan ditempat saja perkembangannya. Kenapa dan kenapa itu yang jadi pertanyaan..
Satu hal yang dapat di lihat. Begitu banya perusahan Bus antar propinsi yang berdiri di rembang dan membuka cabang di rembang. Bus-bus ini merupakan jalan tercepat untuk mencapai kota dan mengantarkan pekerja (merantau) ke kota besar. Begitu banyaknya sampai-sampai setiap sore ada saja penumpang dari kota kita ini.
Apa yang dapat di tangkap. Rembang lebih cinta dan suka bekerja kepada orang lain, rembang lebih suka mengadu nasib di tempat lain. Pendek kata Rembang lebih suka menjadi kaum pekerja, abdi dalem, demang, prajurit dan lain-lainnya. Itu kesukaan orang rembang. Pulang lebaran membawa uang dari kota dan berkata sebagai Perantau. itu sudah hebat dan boleh dikatakan berhasil.
Apa yang kosong di rembang.. Satu kata yang kita lupa dan dibuat lupa oleh penjajah selama 300 tahun.
Kalau orang Rembang bisa meninggalkan kecintaan diatas. Ketika Dampo Awang datang, orang rembang seharusnya sudah mahir seperti keturunannya di rembang. pandai berdagang dan berbisnis. Ternyata rembang memilih menjadi pekerja, mengabdi dan lainya. Yang disuruh lupa selama 300 tahun hanya satu kata “menjadi Pengusaha”. ini dihilangkan dalam memori rembang.
Pengusaha, entreprenuer atau lainnya jarang kita temukan anak muda berpikir ke arah sana. kebanggaan hanya pada seragam dan jaminan hari tua, itu saja yang dikejar olah rembang.
Satu Hal lagi berapa banyak SMEA di Rembang di bandingkan SMA. dan kalo masuk ke dalam berapa banyak yang pribumi. semua pasti bisa menjawab ini.
Kawis merupakan buah kebanggan rembang, tapi siapa yang menjual dan mproduksinya. ? anda pasti bisa menjawab (bukan untuk rasis). Rembang hanya bisa melihat, dan menonton dan penjaga tiket dari sebuah pertunjukan.
Hanya satu cara memajuka rembang. cetak sebanyak mungkin entrepreneur muda, pengusaha-pengusaha muda yang tahan banting. Bangkitkan perekonomian Rembang. jangan peduli Gosip, politik hanya satu kata tingkatkan barometer ekonomi rembang dengan melahirakan pengusaha-pengusaha rembang. Budayakan menjadi pengusaha adalah pilihan terbaik dan terhebat. kita hargai semua yang mampu membuka usaha. dari pengusaha-pengusaha ini rembang tidak akan menjadi pemasok pekerja di kota-kota besar.
Bangkitlah Rembang.
salam dari anak desa yang mencintaimu
Sumber: Setiyo Wahyono (milis wongrembang)

Judul sebuah tulisan di sebuah majalah WARTA EGOV terbitan bulan Desember 2007, sebuah majalah yang yang isinya tentang berita e-government pemeritah.
Silahkan keluarkan opini anda untuk kabupaten Rembang, baik berupa saran dan pendapat, kebijakan pemerintah daerah dan lain-lain....
Kami menawarkan kembali pemesanan kaos REMBANG. Dengan bahan yang menarik. Kaos ini pre order, pesen dulu, bayar,baru produksi. Harga cuma Rp 65.000,-
Anda ingin memberikan komentar pada tulisan ini?silahkan... :)