Halaman Depan » Artikel

Rembang Yang Sedikit

30 December 2008 631 views 2 Komentar

Rembang sering kita dengar dengan pendapatan daerah yang digolongkan rendah di Propinsi Jawa Tengah. Sebuah analisa, salah atau benar itu masih bisa diperdebatkan. Hal ini sangat mengganggu ketika  membicarakan Rembang. Ada apa dengan Rembang!!.Ketika kita melihat, Blora, Kudus, Grobogan, Pati dan Jepara, serasa Rembang ketinggalan.Alasan yang
sering kita dengar, karena di kabupaten tersebut ada perusahaan besar dan turun temurun ada. Itu memang sebuah alasan tapi tidak menjadi pokok ketika Rembang harus menikmati ketertingalan itu. Harus disiapkan strategi yang mumpuni untuk itu.

Sebuah setasiun TV berita nasional, membuat survey, Kota yang Pro Bisnis. Survey ini salah satunya menempatkan Sragen sebagai salah satu Kota yang pro bisnis. Kenapa? Rembang tidak bisa kah? Atau
tidak mau bisa. Dengan masuknya Sragen sebagai kota Pro Bisnis, harusnya Rembang bisa membuktikan sebagai kota yang Pro Bisnis dan bisa menarik investor  masuk ke Kabupaten ini. Karena dengan masuknya investor akan memberikan banyak hal, terciptanya lapangan kerja, meningkatkan PAD dan lain-lain.

Kenapa harus pro bisnis. Sebuah hal yang tidak mungkin  terjadi kalau kita selalu berteriak tidak adanya lapangan kerja di Rembang tanpa menggandeng masuknya investor ke Rembang. Investor datang
ketika pemerintah selaku pintu utama Rembang membuka lebar-lebar sebuah investasi masuk, tanpa bertele-tele sebuah proses perijinan, permodalan, dan semua perda yang tidak membangkitkan gairah bisnis. Dan masih banyak  hal lain yang harus di ubah, walaupun itu kadang tidak populer. Karena tidak saatnya sekarang untuk Rembang tetap menggunakan pola pikir lama, kita rubah pola pikir nya menjadi pola pikir masa kini dan masa depan.

Kenapa sekarang Rembang biasa-biasa saja. Salah satu yang  bisa ditangkap adalah Rembang belum mau berubah, masih menggunakan pendekatan yang sama tiap tahunnya. Pendekatan bahwa yang besar akan memberikan sesuatu kontribusi besar pula untuk yang kecil. Banyak yang melihat perusahaan besar lah yang bisa merubah Rembang. Seperti berdiri nya sebuah perusahaan besar sepanjang pantura, dan pabrik gula dan lain-lain nya.

Dan itu belum berubah. Unta masih digunakan alat transportasi masa kini. Apa yang terjadi di Rembang?>
Rembang yang sedikit memikirkan usaha kecil.  Rembang yang sedikit menyiapakan program pengembangan usaha kecil.

Rembang yang sedikit memikirkan cara untuk mempermudah mendapatkan Modal  Rembang yang sedikit membuka diskusi dengan pengusaha kecil dan  menengah.  Rembang yang sedikit sekali peduli sama penyiapan bisnis di  Rembang dan terakhir Rembang sedikit sekali mempercayai bahwai  Rembang mempunyai potensi besar untuk berkembang.

Rembang harus Pro Bisnis, dan bisnis kecil lah yang  potensial di  Rembang. Kenapa seperti itu. Kita bisa lihat Usaha  Simpan  Pinjam atau Badan Perkreditan Rakyat yang menjamur dan ada  di tiap  kecamatan dan di Kabupaten. Siapa yang dilayani. Usaha  kecil dan kecil  sekali. Yang kecil dan sedikit modal ini lah yang harus di  bantu. Semua  yang serba sedikit dan kecil itu yang harus di besar dan dibanyakkan.   Usaha kecil ini bisa memberikan kontribusi besar apabila bisa  diperankan  lebih jauh. Satu usaha kecil bisa menyerap tenaga kerja  tiga karywan,  apabila usaha kecil ini mencapai 1000 usaha akan menyerap  3000 pekerja.

Dan akan sangat mungkin semua bisa di capai dengan usaha  kecil ini. Dan  dana APBD tidak akan percuma di pakai, dari pada digunakan  untuk yang  lain, seperti membangun sebuah pabrik yang akhirnya menjadi
kontroversi,  atau pembiayaan lain yang kurang terarah.

Pengusaha-pengusaha kecil ini  suatu saat akan akan besar dan tidak mungkin kemandirian  Rembang akan
menjadi kota yang penuh dengan semangat membangun.

Usaha kecil yang kadang tidak nampak dan di biayai oleh  sebuah koparasi  simpan pinjam dan BMT adalah bagian penggerak ekonomi yang  harus bisa  dibangun. Kenapa mereka memilih pembiayaan dari Koperasi
Simpan Pinjam  dan BMT, mereka kesulitan pada sisi birokrasi dan segala  aturan formal  di perbankan. Kalo ini bisa di kelola dan di beri  kesempatan oleh  pemerintah dan perbankan, akan sangat mungkin Rembang menjadi Kabupaten  yang besar dan Pro bisnis. Dan tidak ayal lagi Rembang  menjadi  sejahtera. Bangkitkan usaha kecil, yang tidak pernah  memohon dan  merepoti pemerintah. Beri jalan dan kemudahan untuk  berusaha, doa mereka  akan mengabulkan semua permintaan Rembang.

Dan Rembang tidak hanya memiliki kebanggan sepakbola yang  sekarang  menjadi sorotan nasional dengan ulah pemainnya. Tapi  Rembang banggadengan kemandirian pemuda dan rakyatnya. Hanya dengan> diberi kesempatan yang kecil-kecil ini maka akan terbentuk yang besar.

Bangun usaha kecil  akan lahir pengusaha-pengusaha besar Rembang. Sebuah  ungkapan sederahan
dan akan menjadi kenyataan ketika kita selalu memperhatikan  hal-hal yang  serba kecil. Selamat membangun Rembang, jangan hanya Bangkit  saja. Cepat  berdiri dan berlari. Karena Bangkit sudah dari kemarin,  tingal melangkah dan mengejar ketertinggalan. Hanya Rembang Mandiri dan Sejahtera sebuah cita-cita tidak lebih. (Setio Wahyono)


iklan t-shirt

Berita lainnya pada kategori ini :

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Telah ada 2 Komentar pada tulisan ini »

  • kasrifan said:

    bila kita berkaca pada diri kita pastilah kita kan malu siapa sebenarnya kita…..
    bila kita ingin merubah penampilan kita,janganlah ke salon
    bila kita ingin merubah rumah kita rubahlah isi rumah kita
    bila kita ingin merubah kota kita,rubahlah system,karakter,pola hidup,ketuklah hati para kapitalis di kota kita,buatlah mereka manjadi vitalis para rakyat yang ada di kota kita….
    carilah seorang yang bisa dijadikan panutan,janganlah cari tokoh yang di kota kita

  • Wahyoe said:

    Bangkit,berdiri dan lari? Ntar kalau KPK datang! Pasti akan terkencing kencing!jantungpun akan COPOT!!!!!

Anda ingin memberikan komentar pada tulisan ini?silahkan... :)

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Anda ingin menampilkan gravatar/avatar atau foto anda dalam komentar anda di website ini? anda bisa daftar dulu di Gravatar. Setelah Anda daftar, setiap anda mengkomentari tulisan di web ini masukkan alamat email yang telah anda daftarkan.