Rembang Yang Sedikit
Rembang sering kita dengar dengan pendapatan daerah yang digolongkan rendah di Propinsi Jawa Tengah. Sebuah analisa, salah atau benar itu masih bisa diperdebatkan. Hal ini sangat mengganggu ketika membicarakan Rembang. Ada apa dengan Rembang!!.Ketika kita melihat, Blora, Kudus, Grobogan, Pati dan Jepara, serasa Rembang ketinggalan.Alasan yang
sering kita dengar, karena di kabupaten tersebut ada perusahaan besar dan turun temurun ada. Itu memang sebuah alasan tapi tidak menjadi pokok ketika Rembang harus menikmati ketertingalan itu. Harus disiapkan strategi yang mumpuni untuk itu.
Sebuah setasiun TV berita nasional, membuat survey, Kota yang Pro Bisnis. Survey ini salah satunya menempatkan Sragen sebagai salah satu Kota yang pro bisnis. Kenapa? Rembang tidak bisa kah? Atau
tidak mau bisa. Dengan masuknya Sragen sebagai kota Pro Bisnis, harusnya Rembang bisa membuktikan sebagai kota yang Pro Bisnis dan bisa menarik investor masuk ke Kabupaten ini. Karena dengan masuknya investor akan memberikan banyak hal, terciptanya lapangan kerja, meningkatkan PAD dan lain-lain.
Kenapa harus pro bisnis. Sebuah hal yang tidak mungkin terjadi kalau kita selalu berteriak tidak adanya lapangan kerja di Rembang tanpa menggandeng masuknya investor ke Rembang. Investor datang
ketika pemerintah selaku pintu utama Rembang membuka lebar-lebar sebuah investasi masuk, tanpa bertele-tele sebuah proses perijinan, permodalan, dan semua perda yang tidak membangkitkan gairah bisnis. Dan masih banyak hal lain yang harus di ubah, walaupun itu kadang tidak populer. Karena tidak saatnya sekarang untuk Rembang tetap menggunakan pola pikir lama, kita rubah pola pikir nya menjadi pola pikir masa kini dan masa depan.
Kenapa sekarang Rembang biasa-biasa saja. Salah satu yang bisa ditangkap adalah Rembang belum mau berubah, masih menggunakan pendekatan yang sama tiap tahunnya. Pendekatan bahwa yang besar akan memberikan sesuatu kontribusi besar pula untuk yang kecil. Banyak yang melihat perusahaan besar lah yang bisa merubah Rembang. Seperti berdiri nya sebuah perusahaan besar sepanjang pantura, dan pabrik gula dan lain-lain nya.
Dan itu belum berubah. Unta masih digunakan alat transportasi masa kini. Apa yang terjadi di Rembang?>
Rembang yang sedikit memikirkan usaha kecil. Rembang yang sedikit menyiapakan program pengembangan usaha kecil.
Rembang yang sedikit memikirkan cara untuk mempermudah mendapatkan Modal Rembang yang sedikit membuka diskusi dengan pengusaha kecil dan menengah. Rembang yang sedikit sekali peduli sama penyiapan bisnis di Rembang dan terakhir Rembang sedikit sekali mempercayai bahwai Rembang mempunyai potensi besar untuk berkembang.
Rembang harus Pro Bisnis, dan bisnis kecil lah yang potensial di Rembang. Kenapa seperti itu. Kita bisa lihat Usaha Simpan Pinjam atau Badan Perkreditan Rakyat yang menjamur dan ada di tiap kecamatan dan di Kabupaten. Siapa yang dilayani. Usaha kecil dan kecil sekali. Yang kecil dan sedikit modal ini lah yang harus di bantu. Semua yang serba sedikit dan kecil itu yang harus di besar dan dibanyakkan. Usaha kecil ini bisa memberikan kontribusi besar apabila bisa diperankan lebih jauh. Satu usaha kecil bisa menyerap tenaga kerja tiga karywan, apabila usaha kecil ini mencapai 1000 usaha akan menyerap 3000 pekerja.
Dan akan sangat mungkin semua bisa di capai dengan usaha kecil ini. Dan dana APBD tidak akan percuma di pakai, dari pada digunakan untuk yang lain, seperti membangun sebuah pabrik yang akhirnya menjadi
kontroversi, atau pembiayaan lain yang kurang terarah.
Pengusaha-pengusaha kecil ini suatu saat akan akan besar dan tidak mungkin kemandirian Rembang akan
menjadi kota yang penuh dengan semangat membangun.
Usaha kecil yang kadang tidak nampak dan di biayai oleh sebuah koparasi simpan pinjam dan BMT adalah bagian penggerak ekonomi yang harus bisa dibangun. Kenapa mereka memilih pembiayaan dari Koperasi
Simpan Pinjam dan BMT, mereka kesulitan pada sisi birokrasi dan segala aturan formal di perbankan. Kalo ini bisa di kelola dan di beri kesempatan oleh pemerintah dan perbankan, akan sangat mungkin Rembang menjadi Kabupaten yang besar dan Pro bisnis. Dan tidak ayal lagi Rembang menjadi sejahtera. Bangkitkan usaha kecil, yang tidak pernah memohon dan merepoti pemerintah. Beri jalan dan kemudahan untuk berusaha, doa mereka akan mengabulkan semua permintaan Rembang.
Dan Rembang tidak hanya memiliki kebanggan sepakbola yang sekarang menjadi sorotan nasional dengan ulah pemainnya. Tapi Rembang banggadengan kemandirian pemuda dan rakyatnya. Hanya dengan> diberi kesempatan yang kecil-kecil ini maka akan terbentuk yang besar.
Bangun usaha kecil akan lahir pengusaha-pengusaha besar Rembang. Sebuah ungkapan sederahan
dan akan menjadi kenyataan ketika kita selalu memperhatikan hal-hal yang serba kecil. Selamat membangun Rembang, jangan hanya Bangkit saja. Cepat berdiri dan berlari. Karena Bangkit sudah dari kemarin, tingal melangkah dan mengejar ketertinggalan. Hanya Rembang Mandiri dan Sejahtera sebuah cita-cita tidak lebih. (Setio Wahyono)










bila kita berkaca pada diri kita pastilah kita kan malu siapa sebenarnya kita…..
bila kita ingin merubah penampilan kita,janganlah ke salon
bila kita ingin merubah rumah kita rubahlah isi rumah kita
bila kita ingin merubah kota kita,rubahlah system,karakter,pola hidup,ketuklah hati para kapitalis di kota kita,buatlah mereka manjadi vitalis para rakyat yang ada di kota kita….
carilah seorang yang bisa dijadikan panutan,janganlah cari tokoh yang di kota kita
Bangkit,berdiri dan lari? Ntar kalau KPK datang! Pasti akan terkencing kencing!jantungpun akan COPOT!!!!!
Anda ingin memberikan komentar pada tulisan ini?silahkan... :)
Redaksi
Melengkapi Situs Resmi Kabupaten
HASIL SELEKSI CPNS KAB.REMBANG
Opini Pembaca
Silahkan keluarkan opini anda untuk kabupaten Rembang, baik berupa saran dan pendapat, kebijakan pemerintah daerah dan lain-lain....Selengkapnya..
Toko Online
Kami menawarkan kembali pemesanan kaos REMBANG. Dengan bahan yang menarik. Kaos ini pre order, pesen dulu, bayar,baru produksi. Harga cuma Rp 65.000,-Selengkapnya..
T-SHIRT DISTRO REMBANG NEW DESIGN
Aktivitas Online
Wowziograb this · news blog
Facebook
Terakhir yang tersambung disini Lihat Selengkapnya... Powered by Sociable! Pas jaman jepang pertama mlebu Indonesia, tentara Jepang patroli keliling Suroboyo. Trus tentara jepang mau ndelok akeh wong ngobong kayu ambek mangan-mangan.
Wong-wong ditakoni ambek tentara jepang:
"Kalian sedang apa?"
Jare wong suroboyo : "Kami sedang makan-makan tuan!"
Trus jepange takon maneh: "Makan apa?"
Wong suroboyo njawab: "Ketela pohon tuan!"
Jepange nyahuti: "Ha, ketela pohong !"
Marine kedadean iku, wong-wong ngarani ketela pohon iku POHONG.
Loading ...
- Polls Archive
7 Users Online
Komunitas Facebook
Jika Anda punya account Facebook, silahkan daftar disini, Anda akan terhubung dengan facebook Anda!
Guyonan Rembang
Polling
Tag
aneka tips Aneka Tips Artikel Batik Lasem Berita Pilkada Berita PSIR CCTV CPNS CPNS REMBANG DAK Dampo Awang DBD Foto FOTOGRAFI Foto Harian FOTO REMBANG Gadget google Inspirasi internet Kapolres komputer Korupsi Lasem News Nganguk Nutrisi Nutrisi & Kesehatan Pamotan Pancur Pasien Photpgraphy Pilkada PLTU Proyek psir rembang Rajungan RBSJ Rembang Teknologi Tips Keluarga Tips KomputerUser Online
StatPress
Visits today: 24Total Visit : 29195 24
IP Address : 38.107.191.86
Fan Facebook
Iklan