Halaman Depan » Artikel

Mall Di Taman Kartini, Pantaskah??

10 November 2009 569 views 12 Komentar

Baru-baru ini, muncul wacana tentang rencana Pemkab Rembang menggandeng investor untuk membangun mall di kompleks wisata Taman Kartini. Sebagai warga Rembang, izinkan saya memberikan sedikit pandangan mengenai rencana tersebut.

Tijauan Lokasi
Dipilihnya depan Taman Kartini, menurut Pemkab, karena lokasinya yang strategis sesuai permintaan investor, sehingga mudah dijangkau oleh warga dari Pati, Blora atau bahkan dari Jawa Timur (r2b.myadgame.com, Kamis 5/11/2009).

Keberadaan Taman Kartini tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan sebuah gereja tua (sekarang gedung Perpustakaan Daerah) yang sudah berdiri sejak masa kolonial. Tampaknya dari awal, area di seputar gereja didesain sebagai ruang publik untuk sosialisasi warga. Sungguh tak selayaknya jika warisan sejarah ini diubah dengan pembangunan mall yang lekat dengan hingar bingar toserba. Taman Kartini dan Perpustakaan di satu sisi dengan mall di sisi lain mempunyai atmosfer yang tak seirama.
Anggapan keberadaan mall akan menarik orang luar daerah datang ke Rembang rasanya terlalu berlebihan. Bukankah kota-kota tetangga seperti Pati, Kudus, Blora atau Tuban sudah berdiri mall?! Toserba bukan merupakan tujuan wisata yang patut ditawarkan jika kita hendak menggaet wisatawan. Obyek wisata seperti Taman Kartini, Batik Lasem, Lontong Tuyuhan, atau Pasujudan Sunan Bonang lebih tepat diunggulkan karena punya keunikan tersendiri dan hanya ada di Rembang.

Memberi kemudahan investasi tidak harus mengorbankan tanah milik Pemkab yang notabene adalah milik masyarakat. Apalagi tanah yang disodorkan adalah kompleks wisata Taman Kartini yang mempunyai nilai historis yang semestinya dipertahankan.

Tinjauan Sosial Ekonomi
Menurut Pemkab pendirian Mall Ramayana di halaman obyek Taman Kartini Rembang tidak akan mematikan pedagang pasar tradisional, karena punya pangsa pasar yang berbeda. Keberadaan Mall juga akan memberikan angin segar bagi perkembangan bisnis di Rembang.
Benarkah Mall Ramayana membidik pasar yang berbeda dengan pedagang tradisional? Anda tahu mengapa barang-barang yang dijual di Ramayana terutama pakain jadi lebih murah dibanding Mall Matahari? Ini karena keduanya membidik pasar yang tak sama. Ramayana lebih menyasar segmen menengah ke bawah. Pakaian dengan harga belasan ribu pun tak jarang dijumpai di sana.
Tapi bukankah di Kudus mall (Ramayana) dan pasar tradisional (Kliwon) bisa hidup berdampingan? Perlu diketahui Pasar Kliwon adalah pasar grosir pusat perkulakan. Sementara kebanyakan konsumen Pasar Rembang adalah end user. Pertarungan merebut konsumen antara Mall Ramayana dengan kios/toko/pasar tradisional bakal tak terelakkan. Mall dengan segenap keunggulannya lama kelamaan akan menggerogoti urat nadi pedagang tradisional.

Mall dan Tradisi Syawalan
Pembangunan mall juga akan mengurangi kemeriahan pesta syawalan (kupatan). Seperti kita ketahui sejak lama Taman Kartini menjadi pusat tradisi syawalan dan selalu didatangi ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Tentu sangat disayangkan, tiba-tiba lahan yang biasa dipadati pedagang dan pengunjung ditempati bangunan besar permanen empat lantai.

Hal ini akan berimbas pada penurunan jumlah pengunjung, yang pada akhirnya berpengaruh pada penerimaan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Padahal selama ini tiket masuk Taman Kartini menyumbang PAD yang tidak sedikit. Pembangunan mall jelas merupakan tindakan yang kontraproduktif.
Pembangunan mall memang tidak menggusur Taman Kartini. Tapi dampak negatif yang akan ditimbulkan patut dipertimbangkan. Pendirian mall juga akan menciderai sebuah warisan sejarah yang menjadi ikon kota Rembang. Maka sudah menjadi kewajiban segenap warga Rembang untuk mempertahankan keutuhan Taman Kartini. (Roseno, pemerhati Kota Rembang, tinggal di Rembang).


iklan t-shirt

Berita lainnya pada kategori ini :

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Telah ada 12 Komentar pada tulisan ini »

  • nanda said:

    keberadaan mall d rembang memang diperlukan untuk meningkatkan ekonomi tetapi alangkah sangat melukai masyarakat rembang jika dibangun dilokasi taman kartini,banyak tradisi rembang yg akan hilang.taman kartini merupakan salah satu ciri kota rembang jd perlu dijaga keaslian dan keasriannya. silahkan bangun mall tp td dilokasi itu. karena taman ruang publik untuk refresing jd ga perlu ada mall di situ. sangat kontradiktif maunya orang cari santai tp masih terusik krn keramaian mall. pembangunan mall perlu adanya kajian lagi biar tidak ada kekecewa pd masyarakat rembang

  • agung said:

    Alah itu kn tidak keinginan warga rembang utk didirkan mall,cuma kepentingan seglintir orang atau kelompok yang nantinya yang pasti dpt proyek,uang yg banyak,maunya nguras uang rakyat,dan SANGAT,SANGAT DAN SANGAT TIDAK SETUJU!!lha wong yang kecil2 aja g’diperhatikan kok mau buat yang macam2,sebenarnya pemda ini punya rencana tata ruang kota tidak!mbok ya itu taman kartini dikasih fasilitas yg bagus biar pengunjung betah,taman iti sepi karena dilihat dr halaman parkir gersang,panas jd pengunjung malas mampir,BEGITU pak bupati dan khususnya dinas kebudayaan dan pariwisata,Satu lagi,ditanggapi dong opini2 orang rembang ktnya mau mencalonkan lagi jd bupati pak salim?

  • anonim said:

    Perlu penilitian untuk kapan dan dimana kita harus membutuhkan sebuah pusat perdagangan dan harus dimana kita meletakkannya. menurut saya dari sektor point of interest di rembang, taman kartini telah mempunyai point sebagai daerah wisata, jangan dibuyarkan keberadaan wisatanya oleh sebuah pusat perdagangan yang nantinya menjadi mall tersebut…pusat komunitas seperti mall dan tourism perlu ruang sendiri-sendiri tidak harus kita meletakkannya dalam ruang yang sama. biarlah taman kartini ini kita kembangkan poin pariwisatanya. sedang untuk perkembangan perdagangan yang menuju ke bentukan mall ini kita teliti terlebih dulu. butuh atau tidak masyarakat, kan dapat dilihat dari tata ruang kota apakah rembang sudah harus memfasilitasi masyarakatnya dengan sebuah mall. saya rasa semua warga harus berperan serta dalam setiap pembangunan kotanya. saya rasa perkembangan kota rembang menjadi kota wisata inilah yang harusnya kita kembangkan. pasar tradisional menurut saya menjadi sangat baik bila kita bisa memberikan wadah yang pas bagi perkembangan pasar tradisional. sehingga mungkin kita bisa kembangkan sebuah pasar tradional yang modern, terlihat dari kebersihan, dan tata ruangnya. semoga kita sebagai warga rembang dapat saling bersama-sama membangun kota kita, agar tetap menjadi kota yang nyaman. amin.

  • Anxer said:

    Walaupun saya jarang di rembang, saya kurang setuju dgn adanya mall, yg akan di dirikan di wilayah taman KARTINI, krn taman KARTINI mgkn satu2nya obyek wisata yg besar di daerah Rembang. Klo mau menarik bnyk pengunjung, mgkn lbh baik di kembangkan, dgn adanya “waterboom” dll.. Mgkn itu lbh bagus, ya… Semacem wisata air gitu lah.

  • Ujick said:

    Taman kartini atau lebih tepatnya pantai kartini adalah ikon kota REMBANG dan mengandung nilai sejarah. Jadi kalau di tempat itu akan di2rikan mall alangkah sangat tidak bijaksana. kalaupun mau mendirikan mall cari saja tempat lain. tanah d rembang masih luas. tata kota harap d perhatikan.

  • Paijo said:

    Saya setuju kl rembang didirikan sebuah mall.coz kota rembang bz tmbh rame.tp untuk tmptny lbh baek jgn di areal pantai kartini,mnding di dkt daerah stadion gt..

  • timbul mlagen said:

    mungkin klo MALLnya didirikan d sbelahnya mungkin oke juga

  • ahmada said:

    Wacana mall di rembang sangatlah menarik menurut saya. Ya jelas, kota sekecil dan sesepi ini nantinya akan berdiri bangunan mall di tengah2nya. Sbg warga biasa, dari dulu saya mengimpi2kan itu. Bagaimana tdk, dari dulu rembang selalu diolok2 sbg kota sepi yg kampungan (untung dilewati jalur pantura), demikian kata teman2 atau saudara.

    Tapi, jk rencana pembangunan ditempatkan di kawasan wisata…yah mikir2 juga. Kayak gak ada tempat lain aja!!! Sepertinya akan lbh menarik jika posisinya ditarik ke arah timur (untuk pemekaran kota). Di dekat2 alun2 misalnya. Saran saya sih, gusur aja terminal rembang yg tak layak pakai itu (mosok terminal kok di tgh2 kota, ngisin2i). Atau lbh ke timur lagi, tmbh ke timur tmbh oke melihat potensi lasem. Dua kota ini seharusnya bs bersinergi, jalan raya sepanjang 10km yg menghubungkan keduanya semestinya dibuat 4 jalur dg pohon2 indah khas taman kota. ah…. Mimpi kali yeeeeee….

  • Irfan ms said:

    Salam sejahtera selalu,…semua apapun tujuan sebuah pengembangan itu bagus untuk peningkatan Sdm yang ada ,..asalkan jangan ada kepentingan2 yang justru akan di monopoli personal,kelompok,atau pribadi,..kalau sampai itu terjadi sang pencetus,penemu,penghuni pasti akan marah,..saya mencoba menyarankan lebih baik ditempat lain ja karena itu nanti ada efek2 tidak baik karena akan merubah kesan dan nuansa keasriannya jadi ternoda,.saya beranggapan bahwa salah satu kebanggaan wisata kita adalah Taman Kartini tersebut semua orang2 setempat dan sekitarnya sudah sangat fimilar sekali dengan wisata tersebut kalau sampai itu terjadi dengan adanya Mall,..nanti ada kesan orang akan lebih mengenal atau berkunjung ke mall bukan ke Taman tersebut dan akhirnya malah tersingkirkan apa kira yang kita bila ada sesuat yang kita banggakan harus hilang,..mohon maaf bapak2 yang lebih tahu penataan serta peduli budaya serta peninggalan2 leluhur kita yang seharusnya kita rawat dan pelihara dengan baik agar kita sebagai orang2 yang sangat Amanah,..kalau bisa di tempat lain aja ,Yaaah yang jangn terlalu dekat dengan Taman Tersebut,..coba cari Mall di manapun saya belum pernah menemukan Mal ada di tempat Wisata pak kalau dekat2 ada,…..trims

  • muchsien said:

    salam hangat….kalau emang mau bikin Mall kenapa harus di Taman Kartini….apa ga ada tempat lain…

  • Saputra said:

    Ma’af, mungkin tidak pas kalo saya ngomong…
    jujur ini menjadi tanda tanya besar… kota Rembang ‘n sekitarnya tidak butuh mall… tapi butuh usaha yg menyerap banyak tenaga kerja…
    yakin investor-nya dah memikirkanya masak2… lihat mall yg ada di kudus… padahal tigkat ekonomi masyarakat Kudus jauh lebih baik dibanding masyarakat Rembang dan sekitarnya…

  • Ngoyo Moro said:

    Rembang Bangun Mall…….Boleh tapi jangan di Sekitar taman kartini,Buatlah didaerah anatar Rembang - Lasem,dan liahat fungsinya,Aapakah dengan adanya mall masyarakat akan sejahtera atau hanya segelintir orang saja,mending membuat pasar dirembang menjadi tempat grosir

Anda ingin memberikan komentar pada tulisan ini?silahkan... :)

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Anda ingin menampilkan gravatar/avatar atau foto anda dalam komentar anda di website ini? anda bisa daftar dulu di Gravatar. Setelah Anda daftar, setiap anda mengkomentari tulisan di web ini masukkan alamat email yang telah anda daftarkan.