Halaman Depan » Artikel

Buah Kawis “java cola”

3 May 2009 1,004 views 6 Komentar

Orang Rembang yang tidak mengetehui akan buah ini “kebangeten”. Kawista ini diakui menjadi buah khas dari Kabupaten Rembang. Buah dengan nama latinnya (Limonia acidissima syn. Feronia limonia) adalah buah khas kerabat dekat maja dan masih termasuk dalam suku jeruk-jerukan (Rutaceae). Asalnya adalah dari India selatan hingga ke Asia Tenggara dan Jawa.

Kawis mempunya arom yang khas sering juga disebut Java Cola karena rasanya yang mirip cola, bentuknya seperti melon, tapi lebih kecil dan tempurungnya keras. Buah ini kalau sudah matang, diolah menjadi sirup dan limun (minuman bersoda). Bisa juga dimakan langsung dengan dicampur gula atau dibuat semacam es blewah. Daging buah yang matang dicampur dengan gula, dimakan seperti serbat (sherbet), beserta bijinya atau biji itu dibuangi, atau diolah menjadi semacam ‘treacle’.

Kawista berperawakan pohon kecil dan meluruhkan daun-daunnya, tingginya mencapai 12 m, bercabang banyak dan ramping-ramping, berduri tajam dan lurus, panjangnya sampai 4 cm. Daunnya majemuk berukuran panjang sampai 12 cm, bersirip ganjil dengan rakis dan tangkainya yang bersayap sempit; anak daunnya berhadapan, 2-3 pasang, anak daun ujung berbentuk bundar telur sungsang, panjangnya sampai 4 cm, memiliki kelenjar minyak, dan jika daun diremas mengeluarkan sedikit aroma. Bunga jantan dan bunga sempurnanya berbilangan lima, berwarna putih, hijau atau lembayung-kemerahan, biasanya bergerombol dalam perbungaan yang kendur, terletak di ujung ranting atau di ketiak daun. Buahnya bertipe buah buni, berkulit keras, berdiameter sampai 10 cm; permukaan kulitnya bersisik, terlepas-lepas, berwarna keputih-putihan; daging buahnya yang harum itu berisi banyak biji yang berlendir. Bijinya berukuran panjang 5-6 mm, berbulu, berkeping biji tebal dan berwarna hijau; perkecambahannya epigeal. Batang anakannya ramping, sedikit berbiku-biku (zigzag); 1-4 lembar daun pertama berbentuk daun tunggal. Pohon kawista memperlihatkan pola perkembangan yang sederhana, yaitu berdaun, berbunga, dan berbuah dalam tahun yang sama. Di Asia Tenggara, daun kawista gugur pada bulan Januari, pembungaan diawali pada bulan Februari atau Maret, dan berbuah matang pada bulan Oktober atau November. Pohonnya tumbuh lambat dan tidak akan menghasilkan buah sampai berumur 15 tahun atau lebih.

Kandungan Daging buah kawista kira-kira sepertiga dari keseluruhan buah. Kandungan pektin buah segarnya adalah 3-5%. Setiap 100 g bagian daging buah yang dapat dimakan mmgandung: 74 g air, 8 g protein, 1,5 g lemak, 7,5 g karbohidrat, dan 5 g abu. Dalam 100 g bagian biji yang -dapat dimakan terkandung: 4 g air, 26 g protein, 27 g lemak, 3 5 g karbohidrat, dan 5 g abu. Daging buah yang kering mengandung 15% asam sitrat dan sejumlah kecil asam-asam kalium, kalsium, dan besi. Kayu kawista berwarna putih kekuningan, keras, agak berat, dan berserat kasar, tetapi urat kayunya rapat dan dapat dipolis sampai berkilap.

Di Sri Lanka, krim kawista merupakan hasil olahan dari daging buahnya. Di India juga buah kawista dimanfaatkan dengan cara yang bersamaan dengan kerabat dekatnya yaitu maja (Aegle marmelos (L.) Correa), tetapi tidak dapat menggantikan maja itu. Buah kawista yang matang memperlihatkan manfaat obat, untuk menurunkan panas, pengelat dan bersifat tonikum, dan digunakan sebagai obat sakit perut. Di Indo-Cina, duri dan kulit batang kawista dijumpai dalam berbagai ramuan obat tradisional untuk mengobati haid yang berlebihan, gangguan hati, gigitan dan sengatan binatang, dan untuk mengobati mual-mual. Kayu kawista digunakan untuk bangunan rumah, tiang dan perabotan pertanian. Getah yang dikumpulkan dari kulit kayunya dilaporkan memiliki manfaat obat, dan digunakan sebagai pengganti gom arab.

Jika anda ingin menanam Kawis, tanaman ini mampu hidup pada iklim tropik muson atau yang sewaktu-waktu kering. Tanaman ini dapat tumbuh sampai ketinggian 450 m dpl. dan toleran terhadap kekeringan dan dapat beradaptasi dengan baik pada tanah yang ringan. (har)


iklan t-shirt

Berita lainnya pada kategori ini :

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Telah ada 6 Komentar pada tulisan ini »

  • rara said:

    rembang, kota kecil yg menyimpan byk pesona….
    semoga saya bisa segera menjadi bagiannya….

  • Gusnul Yakin said:

    Kawis

  • yayas said:

    malam ni pertamaka kalinya liat trus nyobain buah kawis.. oleh2 dari rembang.. emang dari baunya mirip ‘cola’… ko saya baru tau ya ada buah kawis.. apa saya yang gapbuh..(gagap buah).. atau emang pemasaran buah kawis (sirupnya juga) belum sampai tersebar ke seluruh jawa..

  • daVid said:

    waHHHH,..
    jd iNget pohon Kawis yg ada di depan Rumah gw dulu
    tp sayang skrg gw dah gak tinggal di rembang lg,
    gatau deh kayaknya tu pohon udah ditebang,
    padahal dulu tiap buahnya jatuh orang2 pada rebutan,
    soalnya rasanya enak bangetttttt….

  • Darmawan Sidiq said:

    Lebih kbangetan lg pemkab rembang yg kurang menggarap & mempromosikn kawis ini…
    Tuh, di blora kripik tempe ada sentranya…
    Tp di sini: Masak pembuat sirup kawis cuma ada 1 ???
    Capek deh…

  • rose said:

    aku dari dulu seneng banget sirup kawis, sampai suatu ketika di Cirebon aku ingin memproduksi sendiri sirup kawis untuk di pasarkan,tapi sampai sekarang aku kebingungan tuk mendapatkan bahan baku/ esen sirupnya itu lho.yang akurasa cocok dilidah mereknya /capnya “Jaring” tapi dimana alamatnya ya? yang aku temui di daerah rembang dan sekitarnya bahan sirup cap jaring sudah dikemas kecil-kecil dan bisa dibeli di toko2.jatuhnya kan mahal, yang aku mau bahan dari jaring tapi yang bisa dibeli literan gitu lho….Thank. ditunggu infonya

Anda ingin memberikan komentar pada tulisan ini?silahkan... :)

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Anda ingin menampilkan gravatar/avatar atau foto anda dalam komentar anda di website ini? anda bisa daftar dulu di Gravatar. Setelah Anda daftar, setiap anda mengkomentari tulisan di web ini masukkan alamat email yang telah anda daftarkan.